Senin, 19 Mei 2014

Kewirausahaan "FRANCHISING"


Definisi dari franchising atau yang lebih kita kenal dengan sebutan Waralaba (istilah yang digunakan untuk padanan kata dari franchise oleh Lembaga Pendidikan dan Pengembangan manajemen) adalah sebagai berikut :
a.       Menurut bahasa Prancis, Francishing ( kejujuran atau kebebasan ) adalah hak-hak untuk menjual suatu barang atau jasa maupun layanan,
b.      Franchise (waralaba) secara umum adalah suatu perjanjian atau persetujuan antara leveransir dan pedagan eceran atau pedagang besar, yang menyatakan bahwa yang tersebut pertam itu memberikan kepada yang tersebut terakhir itu suatu hak untuk memperdagangkan produknya, dengan syarat-syarat yang telah disetujui oleh kedua belah pihak.
c.       Menurut Pemerintah Indonesia berdasarkan PP No. 16/1997, adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan Hak Intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa,
d.      Menurut Asosiasi Franchise Indonesia, adalah suatu siatem pendistribusian barang dan jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merk memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merk, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.
e.       Ridwan Khairandi, Franchise mengandung makna “ seseorang memberikan kebebasan dari ikatan yang menghalangi kepada orang untuk menggunakan atau menjual atau membuat sesuatu”
f.       Juarjir Sumardi, mengemukakan bahwa Franchise atau waralaba merupakan sistem pemasaranvertical franchising”
g.      Jack P. Friedmann, dalam kamusnya “Dictionary of Business Term” mengemukakan bahwafranchise adalah suatu izin yang diberikan oleh sebuah perusahaan kepada seseorang atau kepada suatu perusahaan untuk mengoperasikan suatu outlet retail, makanan atau supermarket dimana para pihak franchisee setuju.
h.      J. Queen mengemukakan bahwa mem-franchise-kan adalah suatu metode upaya perluasan pemasaran dan bisnis artinya bisnis yang memperluas pasar dan distribusi serta pelayanannya dengan membagi bersama standar pemasaran dan operasional.
i.        Roosen Hardjowidigno, franchise adalah suatu system usaha yang sudah khas atau memiliki ciri
Mengenai bisnis di bidang perdagangan atau jasa berupa jenis produk dan bentuk yang diusahakan, identitas perusahaan (logo, design, merek, termasuk pakaian dan penampilan karyawan perusahaan), rencana pemasaran dan operasional
Berdasarkan penjelasan-penjelasan mengenai definisi mengenai waralaba (franchise), maka dapat disimpulkan bahwa pengertian waralaba (franchise) adalah suatu bentuk pemberian lisensi, hanya saja tidak tidak dengan pengertian lisensi yang umumnya, waralaba menekankan pada kewajiban untuk menggunakan metode, system, tata cara, prosedur, metode penjualan dan pemasaran, maupun hal-hal yang telah ditentukan oleh pemberi waralaba secara eksklusif, serta tidak boleh dilanggar oleh kedua belah pihak.
1.      Perbedaan antara Franchisor dan Franchisee
Pelaku yang terlibat dalam kegiatan franchising adalah Franchisor dan franchisee, yang mana perbedaannya dijabarkan sebagai berikut :
a.       Franchisor ( pemberi waralaba ) adalah badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau cirri khas usaha yang dimilikinya,
b.      Franchisee ( penerima waralaba ) adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan hak untuk memanfaatkan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau cirri khas yang dimiliki pemberi waralaba.
2.      Jenis franchising
Waralaba dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
a.       Waralaba luar negeri (asing), waralaba yang lebih cenderung disukai karena sistemnya yang jelas, merek sudah diterima diberbagai belahan dunia, dan dirasakan lebih bergengsi,
b.      Waralaba dalam negeri (lokal), juga menjadi salah satu pilihan investasi untuk orang-orang yang ingin cepat menjadi pengusaha tetapi tidak memiliki cukup pengetahuan piranti awal dan kelanjutan usaha ini yang disediakan oleh pemilik waralaba.
3.      Biaya waralaba
Biaya waralaba meliputi :
a.       Ongkos awal, dimulai dari 10 juta hingga 1 milyar. Biaya ini meliputi pengeluaran yang dikeluarkan oleh pemilik waralaba untuk membuat tempat usaha sesuai spesifikasi franchisor dan ongkos penggunaan HAKI.
b.      Ongkos royalty, dibayarkan pemegang waralaba setiap sebulan dari laba operasional. Besarnya ongkos royalty berkisar dari 5-15 persen dari penghasilan kotor. Ongkos royalty yang layak adalah 10 persen. Lebih dari 10 persen biasanya adala biaya yang dikeluarkan oleh pemasaran yang perlu dipertanggungjawabkan.
4.      Jenis usaha potensial Franchising
a.       Produk dan jasa otomotif
b.      Bantuan dan jasa bisnis
c.       Produk dan jasa konstruksi
d.      Jasa pendidikan
e.       Rekreasi dan hiburan
f.       Fast Food dan Take away ( makanan siap saji )
g.      Perawatan kesehatan
h.      Jasa membersihkan
i.        Retailing ( eceran )
5.      Keuntungan dan kerugian usaha waralaba (franchise) menurut Lewison dan Delozier
a.       Keuntungan
Ø  Modal yang dibutuhkan dalam usaha franchising lebih sedikit ketimbang usaha independen.
Ø  Kerap kali tidak harus mengetahui tentang tipe usaha bisnis, karena franchisor melatih program.
Ø  Resiko bisnis berkurang karena nama dan produk franchisor sudah terkenal dan mempunyai googwill. Hal ini dikarenakan adanya bantuan terus-menerus yang diberikan franchisor dalam menjalankan bisnis.
b.      Kerugian
Ø  Biasanya hubungan antara franchisee dan franchisor melibatkan kontrol atas berbagai aspek dari pengoperasian bisnisnya franchisee, bahkan selalu membatasi
Ø  Untuk mendapatkan a blue-chip franchise menghendaki pertimbangan sumber dana dan royalty yang tinggi
Ø  Keberhasilan dari setiap unit franchise individu tergantung pada bekerjanya perusahaan induk (franchisor)

Perkembangan waralaba di Indonesia
1.      Perkembangan franchise pada tahun 1970an :
Keberadaan KFC, Swensen, dan Shake Pisa pada tahun 1970an, mengawali hadirnya konsep franchising atau yang lebih dikenal dengan istilah waralaba di Indonesia yang kemudian diikuti oleh Burger King dan Seven Eleven.
2.      Perkembangan franchise pada tahun 1980an
Bisnis franchise mengalami perkembangan pada era ini. Ini terbukti dengan masuknya berbagai usaha franchise pada tahun 1985 terutama pada bisnis makanan, seperti : Pizza Hut, Mc. Donald, dalam bisnis eceran seperti : Carefour, Smart dll.


3.      Perkembangan franchise pada tahun 1990an :
Perkembangan franchise di Indonesia semakin signifikan memasuki tahun 1990an terutama jenis franchise yang berasal dari luar negeri yang berjumlah 29, 6 franchise yang berasal dari domestik dan tersebar kurang lebih sebanyak 300 outlet di Indonesia pada tahun 1992. Franchise menarik perhatian para investor terutama investor asing untuk ikut serta dalam menanamkan modalnya di Indonesia karena telah di rasa bahwa pertumbuhan perekonomian Indonesia yang semakin membaik, politik yang telah stabil, dan keamanan yang terjamin. Pada tahun 1997, jumlah perkembangannya mengalami peningkatan kembali dengan 235 franchise berasal dari luar negeri dan 30 franchise lokal sehingga jika dijumlah menjadi 265 dengan jumlah outlet sebanyak kurang lebih 2000. Namun pada tahun 1998 industri franchise di Indonesia jatuh dikarenakan krisis ekonomi yang yang melanda negeri ini pada tahun 1997. Kondisi ini mengakibatkan banyak investor (franchisor) asing yang hengkang dari Indonesia dan kurang lebih 500 outlet terpaksa ditutup karena kondisi yang tidak memungkinkan ini. Tapi kondisi seperti ini justru menguntungkan bagi Indonesia karena franchise lokal mulai memadati pasar franchise dari 30 merek dagang menjadi 85 yang berkembang.
4.      Perkembangan franchise pada tahun 2000an-sekarang :
Memasuki abad ke-20, perkembangan franchise di Indonesia semakin meningkat. Khususnya pada franchise lokal yang setiap tahunnya mengalami kenaikan. Sedangkan untuk usaha franchise asing relative stabil karena hanya mengalami penurunan dan kenaikan yang tidak cukup tinggi.

Waralaba Makanan – Peluang Besar Franchise Makanan
Waralaba makanan adalah bisnis yang paling menjanjikan  dari sekian banyak bisnis franchise di Indonesia.  Hampir 70 % franchise di Indonesia adalah waralaba makanan. Makanan dan minuman ( Food and Beverage )  menjanjikan keuntungan yang cukup besar.
Jika anda mengunjungi pameran atau expo yang berhubungan dengan dunia usaha baik dalam bisnis franchise atau usaha perdagangan yang lain,  maka peserta yang mengikuti kebanyakan adalah pengusaha makanan.  Tidak hanya usaha yang berskala besar saja untuk usaha berskala kecil juga didominasi para pengusaha makanan , saat ini saja jumlah pengusaha franchise makanan di Indonesia yang tercatat ada 500 perusahaa. Kemungkinan masih banyak lagi usaha makanan yang ada di Indonesia.
Berkembangnya waralaba makanan tak lepas dari kebiasaan orang kita yang suka atau minat akan makanan tertentu  baik itu makanan dari luar maupun masakan tradisional sebagai contoh bisnis franchise makanan dunia yang sukses adalah Mc Donald, KFC dan Pizza Hut yang hampir setiap gerainya ramai dikunjungi. Baru baru ini ada  trend baru kalau anak remaja selalu berkumpul untuk makan dan ngobrol di Seven Eleven dan hampir tiap hari ouletnya ramai dikunjungi anak anak  remaja yang mengunjungi Seven Eleven sebagai tempat nongkrong atau kumpul kumpul dan banyak juga orang kantoran yang bekerja dengan laptop disana berjam jam sambil bekerja dan santai disana
Perkembangan usaha waralaba makanan didalam negeri tak kalah ramai dengan bisnis makanan dari luar negeri sebagai perumpaman  bisnis yang mengusung menu yang menyajikan masakan dari ayam dan makanan tradisional atau  timur tengah  sebagai contoh beberapa bisnis waralaba makanan yang mengusung menu ayam seperti ayam bakar MasMono atau ayam tulang lunak hayam wuruk  atau masakan tradisional seperti Bumbu desa, mang Kabayan atau Es teler 77  dll   dan ada pula yang mengusung menu timur tengah seperti Kebab Turki Baba Rafi.
Dari beberapa usaha waralaba makanan dan minuman asli Indonesia banyak yang telah membuka cabangnya diluar negeri dan beberapa  usaha waralaba tersebut bahkan mengalami sukses yang luar biasa disana  hal ini tak lepas dari bagaimana menjaga citra rasa dan standarisasi pada menu dan cara penyajiannya dan juga kekuatan membangun merek yang telah dimiliki.
Banyak dari kita yang pintar memasak bahkan mungkin lebih enak dari masakan yang disajikan di gerai franchise yang kita kunjungi tetapi apakah kita bisa menjual seperti mereka lalu mengapa gerainya selalu ramai dan sebagai pertanyaan  apakah kita bisa menjual sebanyak makanan mereka, sebagai contoh mungkin kita bisa membuat burger dan lezat namun apakah kita bisa menjual lebih banyak dari burgernya Mc Donald mengapa demikian hal tersebut dikarena mungkin nama besar  merek atau brand experience yang dimiliki Mc Donald membuat orang lebih memilih makan disana dan biasanya  orang lebih cenderung makan di gerai franchise yang kita kunjungi karena memiliki merek yang kuat dan makan yang telah terstandarisasi  baik dari rasa maupun konsep penyajiannya.
Hal apa saja yang membuat beberapa usaha waralaba makanan agar bisa sukses antara lain : bagaimana simplenya atau sederhananya cara membuat dan penyajiannya , bagaimana menstandarisasikan rasa dan pengolahannya, bagaimana cara membangun merek usahanya  memang hal tersebut tidak  mudah akan tetapi perlu dipelajari secara bertahap dan butuh pengalaman yang tidak sedikit jika berpedoman pada prinsip  “More Simple More Succes ” maka kita mengambil kesimpulan bahwa bisnis yang cukup simple akan membuat usaha franchise kita sukses dan menjadi usaha waralaba makanan sukses yang luar biasa bahkan  biasa bisnis makanan yang cara penyajian dan pengolahannya rumit biasanya agak sulit untuk di franchisekan jika kita saja sulit menyajikan atau mengolah makanan  lalu bagaimana franchisee kita nanti tentunya akan mengalami kesulitan  pula untuk menjalankan bisnisnya

1.      Peluang Usaha Franchise Bakso
Bakso sangat digemari masyarakat kita. Bakso yang terkenal adalah bakso solo dan bakso malang. Sebagian orang menikmatinya dengan cara membuat bakso sendiri. Tetapi membuat bakso yang enak tidaklah mudah sebab memerlukan resep yang teruji. Karena itu, tak heran jika kebanyakan lebih suka jajan bakso sebab terasa lebih praktis.
Dari dulu, bakso selalu menggunakan bahan daging sapi kualitas terbaik. Tetapi banyak orang akhir-akhir ini juga menyukai bakso kepala sapi. Peluang inilah yang dengan cepat dimanfaatkan pengusaha bakso.
Nah, jika anda ingin jualan bakso tanpa perlu repot-repot membuat resep bakso sendiri pilihannya adalah membeli waralaba atau kemitraan bakso yang sudah banyak ditawarkan. Berikut beberapa peluang usaha tersebut:
MyBakso
Berdiri sejak pertengahan 2007 dengan beberapa armada keliling. Tahun 2008 mulai ditawarkan paket kemitraan. Investasi mulai dari Rp.3.000.000 Waralaba bakso / Franchise bakso MY BAKSO pertama hadir di Surabaya  Juni 2007, mulai  Januari 2008 membuka  kerjasama dgn sistem Franchise Bakso
Visi berdirinya WARALABA MY BAKSO adalah menciptakan bakso dengan citra rasa dan kwalitas tinggi tetapi dengan Harga Kaki Lima.
Seperti yang kita ketahui saat ini banyak bakso yang berkwalitas tetapi harga jualnya sangat mahal, sehingga tidak semua lapisan masyarakat mampu membelinya. Sedangkan banyak juga bakso yang harganya terjangkau tetapi kwalitasnya kurang.
Untuk menjawab tantangan itulah maka WARALABA MY BAKSO hadir dengan produk berkwalitas tinggi, higienis dengan harga jual sangat terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.
Produk WARALABA MY BAKSO telah terbukti digemari oleh semua lapisan masyarakat, hal itu dapat dilihat dari perkembangan Waralaba MY BAKSO yang sangat pesat. Dimana pada awal berdirinya MY BAKSO hanya memiliki 3 unit Counter Bakso, karena respon pasar yang positif setelah berjalan 17 bulan sejak di waralabakan ( Januari 2008 - Juni 2009) Waralaba MY BAKSO telah memiliki 54 Cabang Resto Bakso yang tersebar di 39 Kota ( 18 Propinsi ).

1 komentar:

  1. Dulu saya sempat tertarikk dengan jenis usaha ini, tapi sekarang sudah gk lagi

    BalasHapus